Wukuf di Arafah adalah inti dari ibadah haji. Pada momen inilah jamaah haji berhenti sejenak dari seluruh aktivitas lahiriah untuk menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT. Wukuf bukan sekadar berdiri atau berada di Padang Arafah, tetapi merupakan saat terbaik untuk memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan pengakuan total atas kelemahan diri sebagai hamba.
Di hari yang agung ini, Rasulullah SAW pun memperbanyak doa. Salah satu doa yang beliau baca saat wukuf di Arafah;
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَا بِي وَلَكَ رَبُّ تُرَاثِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ القَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيْءُ بِهِ الرِّيح.
Artinya:
Ya Allah, segala puji bagi-Mu seperti Engkau memuji (diri-Mu) dan pujian terbaik yang kami ucapkan. Ya Allah, bagi-Mu salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, dan kepada-Mu tempat kembaliku serta kepada-Mulah pemeliharaan apa yang aku tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dari keragu-raguan dalam hati, dan dari kesulitan-kesulitan dalam segala urusan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dihembuskan oleh angin.
(HR. At-Tirmizi, No. 3520)
Doa ini menunjukkan bahwa wukuf adalah momen kepasrahan total seorang hamba kepada Rabb-nya. Di dalamnya terdapat pujian kepada Allah, penegasan bahwa seluruh hidup dan mati hanya untuk-Nya, serta permohonan perlindungan dari berbagai keburukan dunia dan akhirat.
Dengan membaca doa ini saat wukuf, seorang hamba meneguhkan kembali tujuan hidupnya: bahwa segala ibadah, perjalanan, dan harapan akhirnya bermuara kepada Allah SWT. Semoga doa yang dipanjatkan di Padang Arafah menjadi sebab turunnya ampunan, rahmat, dan keberkahan bagi setiap jamaah haji.