Setelah menunaikan rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air, seorang Muslim dianjurkan untuk tetap menghadirkan rasa syukur, rendah hati, dan tekad untuk menjaga kemabruran hajinya. Kepulangan bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari komitmen baru dalam ketaatan. Di antara doa yang dibaca ketika kembali dari perjalanan haji adalah;
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَأَشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، ايبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Artinya:
Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Kami adalah) orang-orang yang kembali, yang bertaubat, yang beribadah, yang bersujud, dan kepada Tuhan kami, kami memuji. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan (musuh) dengan sendiri-Nya.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah haji yang telah ditunaikan, mengampuni dosa-dosa, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang kembali dalam keadaan lebih taat, lebih rendah hati, dan lebih dekat kepada-Nya. Semoga kemabruran haji terjaga hingga akhir hayat.