Kumpulan Doa
DOA KETIKA MEMASUKI ARAFAH: Puncak Kepasrahan Seorang Hamba
DOA KETIKA MEMASUKI ARAFAH: Puncak Kepasrahan Seorang Hamba

Arafah adalah jantung ibadah haji dan puncak pertemuan antara hamba dengan ampunan Allah. Saat kaki melangkah memasuki Padang Arafah, sejatinya seorang jamaah sedang memasuki ruang penghambaan paling dalam tempat doa-doa diangkat, dosa-dosa dihapus, dan harapan-harapan dilangitkan. Pada momen yang agung ini, jamaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan munajat dengan penuh kerendahan hati.

Doa Ketika Masuk Arafah

 اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ وَبِكَ اعْتَصَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ تُبَاهِي بِهِ الْيَوْمَ مَلَائِكَتَكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Artinya: Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap, dengan-Mu aku berpegang teguh, dan kepada-Mu aku bertawakal. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang pada hari ini Engkau banggakan di hadapan para Malaikat-Mu. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Penjelasan dan Makna Doa

Doa ini mencerminkan kepasrahan total seorang hamba kepada Allah. Ungkapan menghadap, berpegang, dan bertawakal menunjukkan kesadaran bahwa tiada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan-Nya. Di Padang Arafah, seluruh status duniawi luruh, yang tersisa hanyalah hamba yang penuh harap akan rahmat dan ampunan Allah.

Permohonan agar termasuk golongan yang dibanggakan Allah di hadapan para malaikat menggambarkan kemuliaan hari Arafah. Pada hari ini, Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada para hamba yang bersungguh-sungguh dalam doa dan taubat, menjadikan Arafah sebagai momentum kembali kepada fitrah dan awal perubahan hidup.

Melalui doa ini, jamaah diingatkan bahwa wukuf di Arafah bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi menghadirkan hati sepenuhnya, mengakui kelemahan diri, menyesali kesalahan, dan memperbarui janji untuk hidup lebih taat setelah meninggalkan tanah suci.